Keefektifan Pembelajaran Daring di Rumah dengan Hasil nilai yang
diperoleh Siswa Sekolah Dasar
Oleh Fara Yuni Sulistiyowati
Magelang- Di era pandemic covid-19 ini, membuat sistem
bembelajaran yang langsung berubah menjadi ke pembelajaran tak langsung atau
daring. Pembelajaran ini sebenarnya sudah taka sing dibeberapa kalangan, namun
tidak untuk siswa sekolah dasar. Siswa sekolah dasar pada umumnya di Indonesia
menggunakan pemeblajaran langsung atau Luring. Dalam masa pandemic anak
terpaksa harus belajar dirumah karena
jika masuk akan rentan terkena virus covid-19. Sistem pembelajaran yang diusung
sebenarnya sama hanya saja yang bersifat harus kelompok akan dihindari terlebih
dahulu. Tingkat pehaman anak juga akan berbeda saat langsung dan saat daring.
Hal tersebut berpengaruh kepada hasil nilai yang diperoleh siswa. Siswa yang
belajar dirumah biasanya agak kurang paham akan materi yang diajarkan, karena
jika kesusahan siswa akan terbatas untuk bertanya. Belum lagi jikanterkendala
sinyal, kuota, dan lain-lain. Dampak pada perolehan nilai akan terjadi beberapa
kemungkinan, yamg pertama, jika anak itu paham benar-benar akan mendapat nilai
yang baik. Kedua, jika anak tersebut tidak paham dan tidak mau bertanya atau
tidak mau mencari tahu, maka akan kurang bagus nilainya. Namun bisa jadi anak
akan bernilai bagus atau baik jika saja mendapat bantuan dari orangtua atau
internet, karena tidak menutup kemungkinann anak akan bertanya kepada orangtua
atau mencari jawaban atau materi dari internet.