Analisa kelebihan dan
kekurangan teori belajar
·
Teori
Behaviorisme (Skinner)
Kelebihan
Pada
teori ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. hal ini
ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan
adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan
terjadinya kesalahan.
Kekurangan
Tanpa
adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi
kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. hal tersebuat akan menyulitkan
lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Dengan melaksanakan mastery learning,
tugas guru akan menjadi semakin berat.Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori
Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan
siswa. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri
konsekuensi dari perbuatannya. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan
merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik
seperti: kata-kata kasar, ejekan, cubitan, jeweran justru berakibat buruk pada
siswa.Selain itu kesalahan dalam reinforcement positif juga terjadi didalam
situasi pendidikan seperti penggunaan rangking Juara di kelas yang mengharuskan
anak menguasai semua mata pelajaran. Sebaliknya setiap anak diberi penguatan
sesuai dengan kemampuan yang diperlihatkan sehingga dalam satu kelas terdapat
banyak penghargaan sesuai dengan prestasi yang ditunjukkan para siswa: misalnya
penghargaan di bidang bahasa, matematika, fisika, menyanyi, menari atau
olahraga.Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan
hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Menurut Skinner
hukuman yangbaik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya.
Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari
kesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar,
ejekan, cubitan, jeweran justruberakibat buruk pada siswa
·
Teori
Behaviorisme (Palov)
Kelebihan
Kelebihan dari
teori ini adalah, subjek dari teori ini membiasakan diri dengan kondisi-kondisi
tertentu sehingga pada akhirnya, pembiasaan ini menjadi suatu pola hidup yang
dapat terjadi secara tidak sadar. Teori ini juga baik diterapkan pada anak yang
masih membutuhkan banyak peran orang tua untuk belajar dengan banyak
pengulangan.
Kelemahan
Kelemahan dari teori ini adalah
termasuk dalam teori behaviorisme yang merupakan salah aliran psikologi yang
memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan
aspek-aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya
kecerdasaan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa
belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedekimian rupa sehingga menjadi
kebiasaan yang di kuasai individu.Penerapan teori belajar Pavlov yang salah
dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses
pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai
sentral, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan
menentukan apa yang harus dipelajari murid. Murid dipandang pasif, perlu
motivasi dari luar, dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru.
Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa
yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
·
Teori
Behaviorisme (Thorndike)
Kelebihan
1. Dengan
sering melakukan pengulangan dalam memecahkan suatu permasalahan, anak didik
akan memiliki sebuah pengalaman yang berharga. Selain itu dengan adanya sistem
pemberian hadiah, akan membuat anak didik menjadi lebih memiliki kemauan dalam
memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
2. Teori
ini sering juga disebut dengan teori trial dan error dalam teori ini
orang yang bisa menguasai hubungan stimulus dan respon sebanyak- banyaknya
sehingga orang akan terbiasa berpikir dan terbiasa mengembangkan pikirannya.
3. Teori
ini mengarahkan anak untuk berfikir linier dan konvergen. Belajar merupakan
proses pembentukan atau shapping yaitu membawa anak menuju atau mencapai target
tertentu
4. Membantu
guru dalam menyelesaikan indikator pembelajaran Matematika.
Kekurangan
1. Teori
ini sering kali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab
banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan atau belajar
yang tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan antara stimulus dan
respon.
2. Teori
ini tidak mampu menjelaskan alasan-alasan yang mengacaukan hubungan amtara
stimulus dan respon ini dan tidak dapat menjawab hal-hal yang menyebabkan
terjadinya penyimpangan antara stimulus yang diberikan dengan responnya.
3. Terlalu
memandang manusia sebagai mekanismus dan otomatisme belaka disamakan dengan
hewan. Meskipun banyak tingkah laku manusia yang otomatis, tetapi tidak selalu
bahwa tingkah laku manusia itu dapat dipengaruhi secara trial and error. Trial
and error tidak berlaku mutlak bagi manusia.
4. Memandang
belajar hanya merupakan asosiasi belaka antara stimulus dan respon. Sehingga yang
dipentingkan dalam belajar ialah memperkuat asosiasi tersebut dengan latihan –
latihan, atau ulangan – ulangan yang terus – menerus.
5. Karena
belajar berlangsung secara mekanistis, maka pengertian tidak dipandangnya
sebagai suatu yang pokok dalam belajar. Mereka mengabaikan pengertian sebagai
unsur yang pokok dalam belajar.
Ilustrasi
contoh penerapan
Memberikan siswa berupa modul atau
LKS untuk dipelajari dengan guru hanya memberikan sedikit ceramah,serta siswa
mengerjakan dan memahami LKS/modul tersebut.Guru membahas ketika siswa sudah
selesai,menilai jawabn sisw,jika salah guru akan mengevaluasi hal tersebut.
·
Teori Kognitif
Kelebihan
1.
Sebagian besar dalam kurikulum
pendidikan negara Indonesia lebih menekankan pada teori kognitif yang
mengutamakan pada pengembangan pengetahuan yang dimiliki pada setiap individu.
2.
Pada metode pembelajaran kognitif
pendidik hanya perlu memeberikan dasar-dasar dari materi yang diajarkan unruk
pengembangan dan kelanjutannya deserahkan pada peserta didik, dan pendidik
hanya perlu memantau, dan menjelaskan dari alur pengembangan materi yang telah
diberikan.
3.
Dengan menerapkan teori kognitif ini
maka pendidik dapat memaksimalkan ingatan yang dimiliki oleh peserta didik
untuk mengingat semua materi-materi yang diberikan karena pada pembelajaran
kognitif salah satunya menekankan pada daya ingat peserta didik untuk selalu
mengingat akan materi-materi yang telah diberikan.
4.
Menurut para ahli kognitif itu sama
artinya dengan kreasi atau pembuatan satu hal baru atau membuat suatu yang baru
dari hal yang sudah ada, maka dari itu dalam metode belajar kognitif peserta
didik harus lebih bisa mengkreasikan hal-hal baru yang belum ada atau
menginovasi hal yang yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.
5.
Metode kognitif ini mudah untuk
diterapkan dan juga telah banyak diterapkan pada pendidikan di Indonesia dalam
segala tingkatan
Kelemahan
1. Pada dasarnya teori kognitif ini lebih menekankan pada
kemampuan ingatan peserta didik, dan kemampuan ingatan masing-masing peserta
didik, sehingga kelemahan yang terjadi di sini adalah selalu menganggap semua
peserta didik itu mempunyai kemampuan daya ingat yang sama dan tidak
dibeda-bedakan.
- Adakalanya juga dalam metode ini tidak memperhatikan
cara peserta didik dalam mengeksplorasi atau mengembangkan pengetahuan dan
cara-cara peserta didiknya dalam mencarinya, karena pada dasarnya
masing-masing peserta didik memiliki cara yang berbeda-beda.
- Apabila dalam pengajaran hanya menggunakan metode
kognitif, maka dipastikan peserta didik tidak akan mengerti sepenuhnya
materi yang diberikan .
- Jika dalam sekolah kejuruan hanya menggunakan metode
kognitif tanpa adanya metode pembelajaran lain maka peserta didik akan
kesulitan dalam praktek kegiatan atau materi.
- Dalam menerapkan metode pembelajran kognitif perlu
diperhatikan kemampuan peserta didik untuk mengembangkan suatu materi yang
telah diterimanya.
Ilustrasi
contoh penerapan
Guru melihat perkembangan anak dari
mulai dari kelas 1- 6 anak mengalami perubahan.
·
Teori Belajar Sosial
Kelebihan
1. Berfokus pada
situasi yang mempengaruhi perilaku
Satu karakteristik dari
struktural, trait, dan teori organisme adalah bahwa mereka menempatkan penyebab
perilaku utama di dalam diri seseorang dan oleh karena itu teori ini meramalkan
bahwa seseorang akan bertindak sama pada situasi yang berbeda. Dengan begitu
Freud, mengharapkan seorang anak dengan superego yang kuat menjadi sangat sulit
dikontrol dalam kebanyakan situasi. Pada hal yang sama Piaget relatif tidak
tertarik pada kenyataannya bahwa konservasi diperoleh untuk area tertentu
sebelum yang lainnya atau memperoleh sebagian pengetahuan baru boleh jadi diperlihatkan
di dalam situasi yang lainnya. Teori belajar, pada lawannya telah mengambil
cara berpendirian berperilaku seseorang pada kenyataannya jenis tipikal dari
situasi ke situasi yang lain, tergantung pada stimulus dan penguat yang
ditemukan pada masing-masing situasi dan pada pengalaman masa lalu apakah yang
diperoleh seseorang pada situasi tersebut.
2. Berfokus pada
alat pengamatan, perilaku sosial emosional dan motivasi
Walaupun banyak ahli
teori yang mengakui bahwa pikiran dalam suatu konteks sosial, mereka tidak
banyak menyediakan keterangan yang detail. Pembatasan ini adalah suatu masalah
yang serius. Ada 2 pertanyaan inti di sini yaitu: pertama, bagaimana pengalaman
sosial mempengaruhi perkembangan kognitif? Berkenaan dengan pertanyaan pertama,
teori belajar sosial menguraikan bagaimana modeling, instruksi dari lainnya dan
pelajaran seolah mengalami sendiri tentang hukuman dan penguatan mengabarkan
informasi untuk anak-anak. Banyak informasi baru yang datang dari yang lainnya
dibanding dari trial and error yang langsung dialami oleh
dunia fisik. Bahkan gaya pengolahan informasi, seperti pengambilan keputusan
yang mengikuti kata hati dapat ditiru. Kedua, bagaimana cara pengembangan teori
mempengaruhi pemahaman peristiwa sosial anak-anak? Berkenaan dengan pertanyaan
ini, jawaban Bandura adalah perkembangan kognitif pengertian sosial dengan cara
berikut ketika anak-anak menjadi semakin terampil dalam mengambil keputusan,
mewakili peristiwa secara simbolis, menggunakan strategi memori dan menyusun
kembali pengetahuan yang lalu, hal ini menjadi lebih efisien pada pemahaman
perilaku yang mereka amati.
3. Memberikan
pengertian tentang gejala-gejala perkembangan anak.
4. Memberikan
pengertian mengenai peranan interaksi antara lingkungan dengan anak
Ilustrasi contoh
penerapan
misalnya : ibu dengan
anaknya yang sedang belajar bahasa.
· Kelemahan
1. Perhatian
tentang perkembangan kognitif tidak cukup
Teori Bandura lebih
lengkap dibandingkan teori belajar sebelumnya karena itu menekankan bahwa
lingkungan dan perilaku seseorang dihubungkan melalui sistem kognitif orang
tersebut. Bagaimanapun, alam dari sistem kognitif, bagaimana itu berkembang,
dan bagaiman pengembangan ini mempengaruhi penelitian belajar mengutamakan
untuk keberhasilan. Walaupun teori ini telah bebas mengadopsi teori pengolahan
informasi yang telah diperhitungkan dari pemikiran, hanya gambaran umum yang
diperhitungkan, seperti penyajian simbolis, perhatian, penyimpanan informasi,
konstruksi aturan dan verifikasi.
·
Teori
Kontruktivisme
Kelebihan
1.
Pembelajaran berdasarkan
konstruktivisme memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan
secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi gagasan
dengan temannya, dan mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasannya.
2.
pembelajaran berdasarkan
konstruktivisme memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah
dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa
agar siswa memperluas pengetahuan mereka tentang fenomena dan memiliki kesempatan
untuk merangkai fenomena, sehingga siswa terdorong untuk membedakan dan
memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa. Pembelajaran
konstruktivisme memberi siswa kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya.
Ini dapat mendorong siswa berpikir kreatif, imajinatif, mendorong refleksi
tentang model dan teori, mengenalkan gagasan-gagasanpada saat yang tepat.
3.
Pembelajaran berdasarkan
konstruktivisme memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru agar
siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dengan menggunakan berbagai
konteks, baik yang telah dikenal maupun yang baru dan akhirnya memotivasi siswa
untuk menggunakan berbagai strategi belajar. Murid yang belajar secara
konstruktivisme diberi peluang untuk membina sendiri kefahaman mereka tentang
sesuatu. Ini menjadikan mereka lebih yakin kepada diri sendiri dan berani
menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.
4.
Pembelajaran Konstruktivisme
mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan merka setelah menyadari
kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan
gagasan mereka. Kefahaman murid tentang sesuatu konsep dan idea lebih jelas
apabila mereka terlibat secara langsung dalam pembinaan pengetahuan baru.
Seorang murid yang memahami apa yang dipelajari akan dapat mengaplikasikan
pengetahuan yang baru dalam kehidupan dan situasi baru.
5.
Pembelajaran Konstruktivisme
memberikan lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung siswa mengungkapkan
gagasan, saling menyimak, dan menghindari kesan selalu ada satu jawaban yang
benar.
6.
Murid yang berkemahiran sosial boleh
bekerjasama dengan orang lain dalam menghadapi sebarang cabaran dan masalah.
Kemahiran sosial ini diperoleh apabila murid berinteraksi dengan rakan-rakan
dan guru dalam membina pengetahuan mereka.
Kelemahan
1.
Guru merasa kesulitan memberikan
contoh-contoh konkrit dan realistik dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini
guru harus memiliki kreatifitas yang tinggi dalam menyampaikan materi. Apalagi
dalam hal ini guru sejarah kurang bisa membawa nilai-nilai masa lalu untuk diterapkan
dalam masa sekarang.
- Guru tidak ingin berubah dalam
menggunakan model pembelajaran. Guru merasa nyaman dengan model
pembelajaran tradisional, yaitu model ceramah. Pandangan guru terhadap
siswa diibaratkan siswa seperti bejana yang masih kosong perlu diisi oleh
ilmu pengetahuan yang dimiliki guru. Guru merasa dengan menggunakan model
tradisional saja bisa mendapatkann nilai yanng tinggi, sehingga tidak
perlu menggunakan model pembelajaran lainnya.
- Guru berpikir bahwa
pembelajaran konstruktivisme memerlukan lebih banyak waktu. Proses
pembelajaran konstruktivisme ingin membuat siswa menjadi aktif, hal in
terkadang juga terkendala dengan kemampuan kognitif siswa. Beban mengajar
guru sudah terlalu banyak.
- Belum adanya alat-alat
laboratorium yang cukup memadai untuk jumlah siswa yang besar. Kebanyakan
sekolahan masih terbatas dalam menyediakan fasilitas guna mendukung
pembelajaran konstruktivisme. Sarana dan prasarana kurang mendukug
pembelajaran model konstruktivisme.
- Terlalu banyak bidang studi
yang harus dipelajari dalam kurikulum. Masih ada banyak guru yang mengajar
diluar bidang studi sesuai kualifikasinya. Sehingga penguasaan materi oleh
guru kurang memadai.
Ilustrasi contoh penerapan
Guru menciptakan pemebalajaran yang bisa
merangsang potensi anak,misalnya keterampilan bermusik atau hasta karya.
·
Teori Humanistik
Kelebihan
1. Selalu mengedepankan akan hal-hal yang bernuansa
demokratis, partisipatif-dialogis dan humanis.
2. Suasana pembelajaran yang saling menghargai, adanya
kebebasan berpendapat, kebebasan mengungkapkan gagasan.
3. Keterlibatan
peserta didik dalam berbagai aktivitas di sekolah, dan lebih-lebih adalah
kemampuan hidup bersama (komunal-bermasyarakat) diantara peserta didik yang
tentunya mempunyai pandangan yang berbeda-beda.
Kekurangan
1. Teori humanistik tidak bisa diuji dengan mudah.
2. Banyak konsep dalam psikologi humanistik, seperti
misalnya orang yang telah berhasil mengaktualisasikan dirinya, ini masih buram
dan subjektif.
3. Psikologi humanistik mengalami pembiasan terhadap
nilai individualistis
Ilustrasi contoh
penerapan
Guru memberikan
semangat dan motivasi pada anak saat anak mengalami kegagalan atau kurang bisa
memahami pelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar